Selasa, 30 September 2014

Evaluasi Agama 3 Allah Tritunggal



Pada akhir jam tatap muka, mahasiswa diminta untuk menuliskan atau mengemukakan secara lisan :
1.      Penjelasan dengan menggunakan kata-kata sendiri tentang latar belakang munculnya istilah dan doktrin Tritunggal dalam sejarah gereja mula-mula
2.      Penjelasan yang singkat dan sistematis tentang konsep yang salah mengenai Allah Tritunggal sejak masa sebelum sampai sesudah reformasi.
3.      Penjelasan yang singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai konsep Tritunggal baik menurut Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dan implikasinya bagi dasar kepercayaan orang Kristen dalam masa kini
4.      Penjelasan yang singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Bapa sebagai Oknum Pertama Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
5.      Penjelasan yang singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Anak sebagai Oknum Kedua Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
6.      Penjelasan yang singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai konsep keselamatan holistik yang mencakup seluruh pengalaman hidup di dunia ini, kematian, dan kehidupan sesudah kematian.
7.      Penjelasan yang singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Roh Kudus sebagai Oknum Ketiga Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
8.      Penjelasan singkat mengenai beberapa pemahaman yang salah mengenai Roh Kudus dan memberi penjelasan yang benar mengenai hal itu.
Jawaban
1. Allah Tritunggal sebenarnya tidak dipergunakan dalam Alkitab tetapi dalam 1 Yohanes 5:7 menyatakan “Sebab ada tiga yang memberikan kesaksian di surga; yaitu Bapa , Firman dan Roh Kudus , dan ketiganya adalah satu” maka Tertulianus mengistilahkan itu sebagai Tritunggal. Latar belakang munculnya istilah dan doktrin Tritunggal dalam gereja mula-mula adalah dimulai ketika gereja lahir, tepatnya d Jerusalem, dengan konteks agama Yahudi yang mengutamakan doktrin Monotheisme yang mutlak(Allah adalah Esa) yang berpengaruh pada gereja orang Kristen mula-mula. Kemudian gereja Kristen mula-mula ini mengalami pertumbuhan yang mempunyai pokok pengakuan iman yang baru yaitu Yesus Kristus adalah Tuhan. Sebenarnya istilah Tritunggal berasal dari Tertulianus yang berdasarkan apa yang dikemukakan 1 Yohanes 5:7. Meskipun istilah ini tidak pernah dipergunakan dalam Alkitab secara harfiah , namun oleh karena Tertulianus masih ingin mempertahankan keesaan Allah, ia menempatkan Anak lebih rendah derajatnya. Barulah setelah pendapat tertulianus ini mengenai doktrin Tritunggal, pendapat-pendapat lain yang berbeda bermunculan.


2. Pada masa sebelum dan sesudah Reformasi terdapat banyak konsep-konsep yang salah mengenai Allah Tritungal. Contoh-contohnya pada sebelum Reformasi antara lain :

a. Tertulianus membedakan Oknum I dan Oknum II dalam derajat, artinya Anak lebih rendah derajatnya dari Bapa.
b. Origenes dalam perkataannya bahwa Anak lebih rendah dari Bapa dan Roh Kudus lebih rendah dari Anak dan Bapa karena Anak adalah ciptaan Bapa, dan Roh Kudus ciptaan Bapa dan Anak.
c. Arians yang dipengaruhi Origenes menyangkali keilahian Anak dan Roh Kudus.
d. Kaum Monarchis : keberadaan dan keilahian Anak hanyalah sekedar penjabaran dan cara penampilan yang berbeda dari Bapa
Ø Dinamik Monarchis : Yesus Kristus adalah manusia semata dan Roh Kudus bukan Oknum atau pribadi tetapi hanya pengaruh atau semangat ilahi.
Ø Modalistik Monbarchis : ketiga Oknum Allah adalah 3 mode manifestasi yang berbeda-beda dari Allah dan ada yang melalaikan kesatuan Allah.
Kesalahan-kesalahan mengenai pendapat atau konsep ini mendorong gereja(pada abad 4) untuk menemukan rumusan yang benar. Maka, dilakukan sidang gereja di Nicea dan Konstantinopel bahwa hanya ada satu Allah dan bahwa Anak dilahirkan(berasal) dari substansi Bapa, karena itu Anak sederajat dengan Bapa, dan Roh Kudus juga sederajat dengan Bapa dan Anak. Namun, kesalahpahaman tentang doktrin ini muncul kembali sesudah masa Reformasi, contohnya antara lain :
a. Golongan Arminians, yang demi menegaskan kesatuan Allah malah cenderung merendahkan Oknum II dan Oknum III.
b. Golongan Lutheran(Hegel dan Scheleimacher). Mereka mengikuti modalisme.
c. Karl Barth. Ia menerima adanya ketiga oknum. Allah Tritunggal dan tidak merendahkan oknum lain, tetapi penjelasannya belum mencakup segi keesaan dan ketigaan dari Allah Tritunggal.


3. Dalam Perjanjian Lama tidak memberikan penjelasan yang terperinci sedangkan Perjanjian Baru menyebutkan pernyataan yang lebih jelas seperti:
Ø  Bila dalam Pejanjian Lama nama “Bapa” dipergunakan untuk Yahwe, segenap Trinitas, maka dalam Perjanjian Baru selain bermakna  Allah Tritunggal secara khusus menunjuk kepada  Oknum 1.
Ø  Bila dalam perjanjian lama Jahwe diperlihatkansebagai Penebus dan Penyelamat umatnya( Yes. 41:14. 43:3, 11,14; 49:7,26 ; 60:16; Yer. 14:3; Hos. 13:3) dalam Perjanjian baru Anaklah yang berfungsi demikian.
Ø  Dalam Perjanjian Lama di kemukakan bahwa Yahwe diam diantara umatNya (Mzm.74:2; 135:21: Yes.8:18; 57:15; Yoel 3:17, 21; Zak.2:10,11) sementara itu dalam Perjanjian Baru Roh Kuduslah yang tinggal didalam hati orang Kristen atau gereja(Kis.2:4; Roma 8:9, 11; 1Kor.3:16; Gal.4:6).
Ø  Konsep Tritunggal dalam Perjanjian Lama kurang lengkap karena lebih menekankan pengajaran tentang keesaan Allah, meskipun begitu ada juga indikasi-indikasi tentang eksistensi Allah, biktinya :
Ø  Keberadaan Malaikat Tuhan yang bukan malaikat biasa karena Ia berfirman atas namaNya sendiri dan mau disembah(Kejadian 16:10, Yosua 5).
Ø  Roh Allah yang memberi ilham kepada manusia(Yohanes 11:5).
Ø Diperlihatkan oknum yang lebih dari satu(Mazmur 33:6).
Ø  Disebutkan tentangf Allah yang berbicara, Mesias dan Roh Allah(Yesaya 48:6)
Ø  Ketiga oknum tersebut disebutkan(Yesaya 63:8-10).
Ø  Konsep Tritunggal dalam Perjanjian baru lebih jelas mengenai doktrin ini, buktinya :
Ø  Bapa bermakna Allah Tritunggal dan menunjuk pada Oknum I.
Ø  Anak yang berfungsi sebagai penebus dan Penyelamat umatNya, bukan Yahwe seperti dalam Perjanjian Lama.
Ø  Roh Kudus tinggal didalam hati orang Kristen atau gereja(Kisah Para Rasul 2:4)
Ø  Allah memberikan AnakNya kedalam dunia(Yohanes 3:16).
Ø  Bapa dan Anak mengirim Roh Kudus(Yohanes 14:26)
Ø  Matius 3:16-17 berbicara : anak dalam diri Yesus Kristus yang dibabtiskan, Bapa yang berbicara, Roh dalam wujud burung merpati.
Implikasi bagi dasar kepercayaan orang Kristen pada masa kini adalah keberadaan Allah secara kekal terdiri dari 3 oknum dan keberadaan Allah ada 1 hakekat dan tidak dapat dipisahkan/dibagi-bagi(Homo-Usios). Kuasa, kasih dan kebenaran tidak dapat dibagi secara sempurna pada tiga oknum tersebut.

4. Menurut saya “Bapa” adalah Pencipta dan Pemelihara  dunia. Dalam perjanjian lama  “Bapa” dipakai untuk pemerintahan Allah dan Perjanjian Baru “Bapa” Dipakai sebagai Asal mula Allah Tritunggal dan Eksistensi dan peran Bapa sebagai Oknum I Tritunggal terlihat sejak Perjanjian lama. Nama Bapa dipakai untuk pemerintahan Allah Tritunggal yang Theokratis atas bangsa israel sebagai umatNya dan dipergunakan sebagai asal mula(Bapa) dari segala ciptaan juga dipergunakan bagi Oknum I Allah Tritunggal. Bapa berada pada urutan pertama sehingga disebut Oknum I karena dariNyalah lahir/berasal Sang Anak. Tapai Bapa tidak lebih kekal dan berkuasa daripada Anak dan Roh Kudus. Pembedaan sebagai Oknum I dan Anak dan Roh Kudus adalah dalam keberadaanNya sebagai asal dari Oknum II dan Oknum III dan dalam fungsinya pencipta dan pemelihara segala makhluk. Peran-peran Bapa lainnya antara lain Dia telah mengutus Anak untuk keselamatan manusia, Ia yang mengadili, membalas kebaikan dengan berkat/kejahatan dengan hukuman,dll.
Implikasi dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani adalah bahwa :
a. Keberadaan Allah yang agung dan tak terbatas itu jauh diluar jangkauan kemampuan manusia untuk memahaminya dan harus dipahami dan diterima dengan mata iman.
b. Keberadaan Bapa sebagai pencipta dan pemelihara adalah bahwa Dialah sumber kehidupan dan keberadaan kita. Tidak saja hidup kita tergantung kepadaNya tetapi Dia juga berdaulat penuh atas hidup dan tujuan hidup kita. Kewajiban kita adalah memuliakn nama Dia lewat kehidupan kita.
c. Memanggil, memohon dan berharap kepadaNya sesuai dengan pengenalan yang benar tersebut. Kita berdoa agar Dia memelihara kita.



5. Eksistensi dan peran Anak sebagai Oknum II Tritunggal tidak hanya ada dalam/lewat pernyataan diriNya sebagai manusia uyang bernama Yesus. Disebut Anak bukan karena perananNya sebagai juruselamat bagi manusia tetapi karena dilahirkan/berasal secara kekaldan ada bersama-sama Allah, setara dengan Allah, bahkan Dia adalah Allah sendiri karena KeilahianNya yang melampaui manusia dan segala makhluk. Pembedaannya dengan Oknum yang laindilihat dalam kelahiranNya(asalNya) secara kekal dari Bapa dan asal yang kekal dari Roh Kudus dan fungsi sebagai Penyelamat dan Perantara manusia. Peran-peran Dia yang lainnya adalah Anak mengerjakan apa yang diperintahkan Bapa, satu-satunya jalan kepada Bapa dan Sang Penyelamat bagi manusia, dan akan datang kembali sebagai Hakim.
Implikasi dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani adalah :
a. menjadikan keselamatan yang Allah berikan yng merupakan kasih karunia sebagai dasar bagi tanggapan moral yang harus kita berikan lewat ketaatan terhadap perintahNya seperti kesepuluh Hukum Taurat dan juga harus meyakini bahwa keselamatan dan jaln untuk menemui Bapa hanyalah dari dan lewat Dia saja.
b. Kepercayaan dan penyembahan(doa, pujian dan ucapan syukur) jangan hanya kepada Bapa saja tetapi juga kepada Anak.
c. Kepercayaan kepada Anak harus diikuti dengan kasih kepada Allah lewat kasih terhadap sesama(memiliki kedekatan) dan juga bertanggung jawab memelihara alam semesta.
d. Serta haruslah diikuti dengan pemahaman bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah dan bukanlah karya manusia, dan anugerah tersebut diterima lewat iman.

6. Konsep keselamatan yang bersifat Holistik yang diberikan oleh Anak yang mencakup seluruh pengalaman hidup didunia, kematian, dan kehidupan sesudah kematiaan maksudnya bukan hanya mencakup aspek batiniah seperti pengampunan dosa dan hidup yang kekal, tetapi juga menyangkut hal-hal jasmaniah seperti kelepasan dari penyakit dan ketertawanan/keselamatan dari permasalahan hidup dan kehidupn sehari-hari. Hiup kekal itu diterima bukan hanya kelak tetapi kini yaitu dalam bentuk kualitas hidup yang baru sebagai anak-anahk Allah karena yang dituntut dari orang yang telah meneriam keselamatan yaitu bersedia setia padaNya, berkorban, dibenci orang, menderita, kalau perlu mati demi keselamatan itu dan menolak pekerjaan Iblis. Kitab sucipun dapat memberi hikmat yang menuntun seseorang kepada keselamatan. Namun, itu diperoleh bukan karena ketaatan kita tetapi karena iman terhadap anugerah Allah lewat kurbn Yesys Kristus di kayu salib.

7. Eksistensi dan peran Roh Kudus sebagai Oknum III Tritunggal tidak hanya ada setelah gereja Kristen berdiri dan bertumbuh karena sejak Perjanjian Lama Roh Allah sudah diperlihatkan bekerja pada penciptaan dan juga berperan dalam nubuatan(mengilhami nubuat yng disampaikan para nabi) bisa berbentuk penglihatan, mimpi/langsung firman Allah. Roh Allah memberi inspirasi dan kemampuan kepada seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan yang Allah kehendaki.
Peran Roh Kudus dalam Perjanjian Baru sebagai Pembaharu dan Penolong :
a. Roh Kudus memberi hidup baru dalam konteks kelahiran kembali yaitu merubah kesadaran seseorang dan membaharui keberadaannya dengan cara :
Ømemberi panggilan, kepercayaan dan menobatkan juga menginsafkan akan dosa-dosa.
Ø Dengan menyucikan, mendiami, melaksanakan kehendak Allah. Tidak lagi mengikut daging tetapi menghasilkan buah-buah roh, dimampukan untuk hidup kudus, bersaksi, berdoa seturut kehendak Allah.
Roh Kudus menghibur seseorang dikala duka, menguatkan diwaktu menghadapi penganiayaan, mengajari diwaktu ada kebimbangan, mengalami pertumbuhan rohani sebagai anak Allah, dll.
b. Roh Kudus memberi karunia khusus kepada setiap orang percaya. Memberi karunia supranatural, seperti berbahasa lidah, berbuat mukzijat, menyembuhkan orang sakit, bukan lewat proses belajar. Memberi karunia natural seperti mengajar, memberi, menghibur dan memimpin, diberikan lewat proses belajar.
c. Dia merubahkan dan mendiami serta bekerja membaharui setiap orang percaya sampai puncaknyayaitu saat kedatangan tuhan Yesus kedua kalinya.
Implikasi praktisnya :
a. Kepercayaan dan penyembahan jangan hanya kepada Bapa dan Anak saja tetapi juga kepada Roh Kudus.
b. Kepercayaan kepada kuasa Allah atas manusia yng tak dapat dibatasi oleh apapun. Kuasa itu dapat bekerja untuk membaharui seseorang bukan hanya dalam kepercayaan dan sikap hidup tetapi juga tingkah lakunya.
c. Roh Kudus kita jadikan dasar pengharapan bagi orang percaya bahwa Dia akan membaharui segala sesuatu sehingga terbentuk langit dan bumi yang baru. Pengharapan ini tidak boleh diresponi secara pasif, tetapi dengan aktif yaitu dengan partisipasi dalam pembenahan tatanan sosial-politik-ekonomi pada masa kini.

8.Pemahaman-pemahaman yang salah mengenai Roh Kudus :

a. Origenes dan golongan Arminians menagtakan bahwa Roh Allah lebih rendah dari Anak dan Bapa.
b. Arians menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah ciptaan allah sebagaimana Anak adalah ciptaan bapa.
c. Golongan Marchianisme yang dinamis menegaskan bahwa Roh Kudus bukanlah Oknum tetapi pengaruh/kuasa ilahi semata.
Pemahaman-pemahaman yang salah ini diberikan penjelasan yang benar melalui Konsili Konstantinopel yang menegaskan Keilahian Roh Kudus. Dia sederajat dengan Anak dan Bapa karena Dia dilahirkan/berasal secara kekal dari Bapa dan Anak.


Jumat, 19 September 2014

Evaluasi Agama Kristen Protestan FH USU

                                                                            

1.3. Evaluasi

1.  Penjelasan singkat dengan kata- kata sendiri tentang pengertian agama dan peranan agama dalam kehidupan manusia secra umum.

            Jawab :
 Agama adalah suatu ajaran yang dianggap baik oleh masayarakat atau individu yang dijadikannya sebagai pengajaran, yang diilhami yang dijadikannya pedoman hidup sesuai ajaran terhadap apa yang dipercayainya. 

Peranan Agama  dalam kehidupan manusia secara umum ialah  mempersatuakn manusia itu sendiri, karena kita yakin bahwa agama itu mengajarkan kepada umatnya apa yang baik yang harus dilakuaknnya, dan juga mengajrkan untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama manusia.

Peran agama dalam kehiduapan manusia ialah memberikan petunjuk bagi manusia dalam membangun suatu norma-norma yang menjadi pedoman bagi manusia, karena dalam pembentukan norma selain kita berpegang teguh pada Ideologi dan UU, manusia juga harus lebih mampu lagi  mendasari norma itu dengan ajran-ajran mendasar dalam agama.

Peran Agama dalam kehidupan manusia ialah sebagai pengontrol emos dan pemikiran, sehingga mansusia tidak semena-mena menindas sesamanya melainkan manusia mengasihi dan menyangi sesamanya. 

2. Defenisi bagi agama Kristen dan penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai perbedaan agama Kristen dengan agama lain.

            Jawab :
            Agama Kristen adalah agama yang tumbuh dari jaran Yesus Kristus atau agama yang tumbuh dari Iman kepercyaan itu sendiri lewat bukti kongkrit dalam Alkitab yang diterima dan dipercayai para pengikutnya.

            Perbedaan Agama Kristen dengan agama lainya adalah

a. Dalam agama Kristen diajarkan cinta kasih yang tak berkesudahan, damai sejahtera, keselamtan.

b. Dalam agama Kristen Tuhan sendirilah yang mencari manusia untuk diselamatkan, artinya Tuhan mengambil peran penting dalam keberdaan manusia dibumi ini dengan Tuhan datang kemasing-masing orang untuk menegur mereka dalam perbuatannya.

d. Agama kristen memberitakan kepada para jemaat bahwa keselamatan berupa kehidupan yang kekal telah dijanjikan oleh Allah.

e. Dalam agama Kristen mempercayai sepenuhnya juruslamat itu ialah Allah Tuhan Yesus Kristua.

3. Refleksi singkat dan praktis tentang peranan agama dalam pembentukan dan pengembangan kepribadian mahasiswa Kristen.

            Jawab :
            Peran agama dalam pembentukan dan pengembangan mahasiswa adalah pembentukan moral, perilaku, sikap mahasiswa itu sendiri, lebih mampu lagi untuk mengembangkan  pola pikir menjadi mahasiswa Kristen, dan sebagai mahasiswa Kristen kita harus mampu menjadi garam dan terang ditengah-tengah mahsiswa lainnya seperti yang tertulis dalam “Matius 5:13-165:13 "Kamu adalah garam dunia 1 . Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. u  5:14 Kamu adalah terang dunia. v  Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah w  itu. 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, x  supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik y  dan memuliakan z  Bapamu yang di sorga.

2.3. Evaluasi 

1.Penjelasan dengan menggunakan kata-kata sendiri pengertian agama Kristen sebagai agama penyataan dan perbedaanya dengan agama-agama non penyataan.

            Jawab :
            Agama Kristen sebagai agama penyataan adalah bahwa agama Kristen itu tumbuh dan didasarkan pad akeberadaan Allah itu sendiri didalamnya, yaitu penyataan Allah tentang dirinya, manusia dan hubungan antara Allah dengan manusia itu sendiri. Dalam hal ini penyataan Allah itu sendiri tidak semata-mata hanya berada pada satu pihak, melainkan penyataan Allah kepada semua manusia tanpa membeda-bedakan suku, bangsa , bahasa bahkan agama itu sendiri dan juga penyataan Allah itu sendiri ada sejak manusia jatuh dalam dosa. Perabedaanya dengan agama-agama penyataan lainnya adalah pengenalan akan Allah, Allah dikenal baik oleh manusia dalam agama-agama non penyataan sedangkan dalam agama Kristen sebagai agama penyataan, manusia hanya mengenal Allah itu sebagai Allah yang baik dengan penyelamatan-penyelamatan yang diberikan-Nya kepada seluruyh umatnya. 

2. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri proses penulisan dan pengilhaman Alkitab serta kanonisasi Alkitab.

            Jawab :
            Pertama kalinya Aliktab yang dijadikan kitab suci oleh agama Kristen dianggap sebagai kitab kuno yang isinya dianggap tabu dan tidak bisa dipikirkan secara logika. Oleh sebab adanya pemikiran seperti itu maka terdoronglah untuk mencari serta membuktikan bahwa isi dari Alkitab adalah nyata dan bukan karangan semata. Ada banyak nubuat dalam Alkitab yang digenapi ratusan tahun kemudian. Buktinya nubuat dalam Perjanjian lama ada yang diulang kembali dalam Kitab Perjanjian Baru. Jadi, Alkitab memang benar-benar firman Allah karena proses untuk menjadi sebuah Alkitab pun melewati proses yang lama dan rumit dan tak sembarangan orang bisa ikut dalam penulisan Alkitab. Alkitab dituliskan kurang lebih 40 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda dalam kurun waktu 1500 tahun  Proses penulisan dan pengilhaman Alkitab memerlukan proses yang lama sebelum menjadi Alkitab yang kita baca sekarang. Penulisan Alkitab dilakukan oleh para nabi yang dalam penulisannya diberikan ilham oleh Allah. Pada saat penulisan Alkitab pun Roh Kudus membimbing para nabi agar tulisan itu adalah firman Allah tanpa ada kesalahan. Maksudnya tanpa ada pengaruh budaya lingkungan dan pikiran para nabi itu sendiri. Setelah tulisan firman Allah telah selesai dibuat para nabi, barulah beberapa ratus tahun kemudian ditemukan kembali dan dikumpulkan. Dalam pengumpulan tersebut dilakukan jugalah proses penyeleksian atau Kanonisasi. Yang dimaksud Kanonisasi Alkitab adalah pengukuran tulisan-tulisan para nabi apakah tulisan tersebut benar-benar firman Allah (pernyataan dari Allah) atau bukan. Proses ini berlangsung cukup lama karena untuk menjadikan Alkitab sebagai kitab suci memang harus lewat seleksi yang ketat dan mendetail.

3. Imlikasi Alikab sebagai media penyataan Allah dalam kehidupan orang Kristen sehari-hari.    Implikasi ini dilengkapi dengan penjelasan contoh-contoh praktis.

            Jawab :
Alkitab disebut sebagai media pernyataan Allah dalam kehidupan orang Kristen sehari – hari, karena melalui Alkitablah kita mengetahui bahwa Allah itu ada, dan Allahlah yang menyertai kita, menolong kita dalam kehidupan sehari – hari dan Alkitab juga ada sebagai pedoman hidup kita. Contoh'a : disaat kita sedang mengalami masalah / pergumulan hidup, kita berdoa dan curhat kepada Allah dan semua nasihat yang terbaik dari Allah bisa kita teukan dalam Alkitab dan  juga melalui Alkitab kita diajar AllahBapa untuk menerapkan kasih dalam kehidupan kita sehari-hari, maka akan tertaman ketidakraguanlagi untuk mengasihi orang lain seperti musuh kita. Kemudian melalui Alkitab kitadiajar untuk berpengharapan, maka dalam menjalani hidup ini kita tidak boleh putusasa dalam menggapai tujuan kita, kita harus berpengharapan dan berserah kepada Allah Bapa. Menurut saya, Alkitab merupakan kamus pedoman hidup bagi setiap orang percaya. Jadi Alkitab merupakan tulisan yang diilhamkan Allah ini tidak boleh sama otoritasnya dengan tulisan-tulisan kuno lainnya. Meskipun Alkitab bisa menjadi media pedoman hidup kita, dasar dogmatika dan etika bagi orang Kristen, dan memiliki makna bagi setiap orang Kristen, tetapi Alkitab tidak berkuasa dan tidak boleh dijadikan sebagai jimat, karena hanya Tuhanlah yang berkuasa di jagad raya ini. Tetapi meskipun tidak berkuasa, isi Alkitab tidak ada kitab yang boleh diremehkan dan dianggap rendah dari kitab yang lain, meskipun beberapa kitab dalam Alkitab ada yang kurang bisa dipahami karena gaya bahasa'a dan kurang mengena untuk menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.